TKW Tahun 2020 Mandul, DKOKP Ketar-ketir

oleh -7 views
Wisata Cirebon
SEPI: Suasana di obyek wisata Goa Sunyaragi saat pandemi Covid-19. Target kunjungan wisata tahun 2021 naik. Pihak pengelola harus tetap optimistis walau situasi pandemi saat ini. Foto Ade Gustiana/Radar Cirebon

CIREBON- Target Kunjungan Wisata (TKW) Kota Cirebon tahun 2020 mandul. Jauh dari angan! Hanya tercapai sekitar 30 persen dari target 2,1 juta. Tahun 2021, TKW kembali naik, yakni 2,2 juta. Target hanya angka. Tercapai atau tidak, urusan nanti.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon belum melakukan rilis angka pasti data kunjungan itu. Yang ditegaskan sebatas merosotnya kuantitas kunjungan. “Capaian sekitar 30 persen dari target,” ujar Kabid Pariwisata DKOKP, Wandi Sofyan kepada Radar Cirebon kemarin.

Dikatakan, jumlah kunjungan paling optimistis adalah saat triwulan terakhir (keempat). Periode Oktober-Desember. Di mana, di saat itu, tak ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebatas pembatasan aktivitas. DKOKP berdalih, jumlah real kunjungan akan dirilis dalam waktu dekat.

Kemudian, yang juga membuat ketar-ketir di awal tahun adalah soal rencana pemerintah pusat yang akan kembali memberlakukan PSBB ketat di Pulau Jawa dan Bali pada 11 sampai 25 Januari 2021. Rencana geliat wisata di awal tahun terpaksa harus kendor mendengar kabar tersebut.

“Tidak bisa berbuat banyak kalau PSBB kembali diterapkan,” sambungnya, ketika ditanya opsi pengembangan pariwisata di situasi pandemi.

Karenanya, capaian mendekati target sangat bergantung pada situasi dan kondisi di lapangan. Selain memang kebijakan yang telah disusun. Mengingat, kunjungan wisatawan tak hanya dari obyek wisata. Tapi juga kunjungan hotel, dan banyak lagi. Di tempat-tempat itu juga diterapkan protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan. Itu sudah wajib!

Selain dari wisata sejarah, yang juga diharapkan adalah wisata Pantai Kejawanan. Yang saat ini tengah berbenah diri menuju Wisata Bahari. Pemkot Cirebon menaruh harapan besar dari situ. Yang nantinya kalau sudah direvitalisasi dapat berkontribusi lebih maksimal terhadap jumlah kunjungan.

Pantai Kejawanan ingin meninggalkan kesan kumuh. Sejak akhir 2020, mulai bersolek. Menata lapak pedagang. Merubah menjadi kios semi permanen. Mencoba menghidupkan Wisata Mangrove. Hingga bangun Museum Bahari. Tapi, pengunjung masih harus sabar menunggu.

Di lapangan, garapan masih dilakukan. Unit beko mondar-madir. Meratakan halaman depan kios yang akan dijadikan food court. Ada 40 kios. Terbuat dari baja ringan. Luas 2×3 meter persegi. Pengerjaan belum sampai 50 persen. Baru rangka dan atap. Masih akan dilakukan instalasi listrik dan air. Juga lantai dialasi keramik.

Halaman kios juga masih tanah lumpur. Kemudian, eks lapak pedagang di bibir pantai itu, sebagian besar sudah diratakan. Menyisakan sedikit reruntuhan yang belum dibereskan. Kios itu, juga menghadap ke arah bibir pantai. Atau tepat arah matahari tenggelam. Jarak kios dan pantai tak jauh. Sekitar 20 meter.  (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *