Pengembang Ajukan Addendum

oleh -8 views
Pasar Balong
TUNGGU KEJELASAN: Pasar Balong Kota Cirebon menunggu pembangunan lanjutan. Kini, Perumda Pasar Berintan menunggu kejelasan dari pengembang pembangunan pasar tersebut. Foto Okri Riyana/Radar Cirebon

CIREBON – Direktur utama Perumda Pasar Berintan, Drs Sekhurohman mengatakan, pihaknya akan menghormati saran dan masukan dari DPRD Kota Cirebon terkait keinginan untuk memutus kontrak kepada PT Mitra Panen Raya (MPR). Meski demikian, pihaknya masih mengkaji berbagai pertimbangan terkait hal tersebut.

Menurutnya, Perumda Pasar Berintan sudah berupaya untuk memanggil PT MPR sebanyak beberapa kali, sejak bulan Oktober 2020. Tapi yang hadir memenuhi panggilan tersebut hanya perwakilannya saja. Akhirnya, jemput bola, langsung menemui pucuk pimpinan PT MPR di tempat domisilinya.

Tidak lama setelahnya, PT MPR mengirimkan surat kepada Perumda Pasar, sekitar bulan November 2020. PT MPR meminta agar bisa diberikan addendum kontrak renovasi Pasar Balong.

“Kemudian, Perumda Pasar menindaklanjuti surat itu dengan rapat internal. Setelah itu, disusunlah naskah addendum kontrak tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/1).

Materi addendum kontrak, yang diusulkan PT MPR, adalah mendapatkan perpanjangan waktu pekerjaan renovasi Pasar Balong, yang berdasarkan kontrak awal mestinya harus sudah selesai pada akhir Desember 2019. Namun, Perumda Pasar juga mengusulkan poin addendum tersebut, dengan meminta kompensasi, 20 persen dari nilai kontrak pengerjaan renovasi Pasar Balong untuk dibayarkan terlebih dahulu, sebagai pemasukan bagi Perumda Pasar.

“Saat ini, kami telah melaporkan adanya rencana addendum ini ke Pak Walikota. Keputusan addendum-nya ada di tangan Pak Walikota selaku kuasa pemilik modal,” terangnya.

Seperti diketahui, Komisi II DPRD Kota Cirebon menyarankan agar Perumda Pasar Berintan segera memutus kontrak PT MPR, sebagai pengembang Pasar Balong. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Shariar MBA, usai menggelar rapat dengar pendapat bersama Perumda Pasar Berintan, mebahas progres renovasi Pasar Balong, di ruang rapat Gedung DPRD, Rabu (6/1) lalu.

“Kontrak Perumda Pasar dengan PT MPR, sebaiknya segera diputus. Apalagi tidak ada iktikad baik dari PT MPR untuk segera menyelesaikan renovasi Pasar Balong,” ujar politisi Partai Nasdem tersebut.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Perumda Pasar, mengaku pernah melakukan pemanggilan beberapa kali, tapi pihak pengembang tidak pernah hadir. Padahal proses renovasi sudah terlalu lama berjalan dan belum ada hasilnya. Namun pihaknya menyarankan agar sebelum memutuskan kontrak, Perumda Pasar Berintan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Sehingga, dapat ada kepastian jika pemutusan kontrak tersebut tidak melanggar kesempatan.

“Tetap harus koordinasi dulu dengan Pak Walikota Cirebon, selaku owner (kuasa pemilik modal BUMD), agar tidak ada aturan yang dilanggar,” tegasnya.

Nantinya, beban PT MPR terhadap pengerjaan renovasi, termasuk pedagang yang terlanjur sewa kios, menjadi kewajiban Perumda Pasar. Ia menilai, hal ini wajar karena aset tersebut sepenuhnya milik Perumda Pasar. Tidak dihitung pekerjaan apa yang belum dan berapa yang sudah sewa.

“Daripada terbengkalai tidak jelas proses renovasi Pasar Balong yang merupakan pasar kebanggaan Kota Cirebon di masa lalu. Semakin lama tidak ada pengerjaan, akan berpengaruh kepada pembeli untuk datang ke pasar tersebut,” imbuhnya. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *