Konon Peninggalan Wali, Bangunan Masjid ini Mirip Dengan Masjid Merah Panjunan

oleh -57 views
ADA KEMIRIPAN: Masjid Al Karomah Desa Depok Kramat diyakini didirikan sezaman dengan Masjid Merah Panjunan ataupun Masjid Sang Cipta Rasa. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
ADA KEMIRIPAN: Masjid Al Karomah Desa Depok Kramat diyakini didirikan sezaman dengan Masjid Merah Panjunan ataupun Masjid Sang Cipta Rasa. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, KOTAWALI – Apabila anda tinggal diseputaran Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, pasti sudah tahu tentang keberadaan Masjid Al-Karomah.

Masjid yang berarsitektur jawa dan terletak di Desa Depok ini, diyakini oleh masyarakat setempat merupakan peninggalan jejak dakwah para wali. Makanya, Masjid Al Karomah juga disebut dengan Masjid Kramat.

Untuk menuju masjid tersebut, bisa ditempuh dengan mudah dari arah Pasar Jamblang. Persis berada di samping sungai besar. Di depannya terdapat hamparan lahan pertanian. Akses menuju masjid sudah sangat bagus. Bahkan jalan menuju lokasi tersebut sudah di hotmix.

Baca juga: Dukuh Semar, Saksi Bisu Peran Syekh Siti Jenar atas Berdirinya Cirebon

Kesan pertama ketika sampai di masjid tersebut, ingatan langsung tertuju ke Masjid Merah Panjunan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Tampak arsitek dan ornamennya begitu mirip. Seorang marbot masjid, Hasyim (56) yang ditemui Radar beberapa waktu lalu, meyakini Masjid Al Karomah atau Masjid Kramat didirikan sezaman dengan Masjid Merah Panjunan ataupun Masjid Sang Cipta Rasa.

“Ini masjid tua sekali. Diyakini dibangun sezaman dengan masjid tua yang di Kota Cirebon. Namanya Masjid Al Karomah, dipercaya dibangun oleh para wali. Kalau bangunan aslinya yang paling depan. Setelah itu ada penambaham dan perluasan sampai totalnya sekarang ada empat ruangan. Dari dulu warna catnya merah, kita pertahankan sampai sekarang,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Masjid Al Karomah terdiri dari empat ruangan utama. Ruangan pertama adalah ruangan asli yang berada paling depan.

Ruangan kedua berada persis di belakangnya dan masih masuk bagian dalam masjid.

Kemudian, ruangan ketiga adalah teras masjid. Lalu ruangan keempat adalah pendopo tempat istirahat atau tempat jamaah beriktikaf.

Pengunjung Masjid Al Karomah, biasanya datang dari berbagai penjuru Nusantara, juga luar negeri. Beberapa waktu lalu ada pengunjung dari Turki yang datang karena penasaran dengan sejarah Masjid Al Karomah.

“Kalau pengunjung dari berbagai daerah selalu banyak setiap harinya. Tapi karena ada pandemi Covid-19. Sekarang yang datang ke sini paling warga di sekitar sini saja,” jelas Hasyim.

Masjid Al Karomah kini menjadi salah satu situs yang teregister di Pemkab Cirebon. Masjid ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun.

“Saya tidak hafal umur pastinya. Di sini masjidnya cuma satu. Tidak ada masjid desa. Masjid desa ya di sini juga,” ucapnya.

Ada beberapa kuburan di samping masjid. Menurut Hasyim, itu adalah kuburan pendakwa atau penyebar agama Islam di wilayah tersebut yakni Syekh Maulana Maujud.

“Depok ini paling banyak kuburan syekh, total mungkin ada sekitar 30. Di sini bangunannya dipertahankan sesuai aslinya, karena sudah jadi situs juga. Kalau pelebaran yang dilakukan saat ini hanya untuk tempat parkir, tidak mengubah bangunan asli,” pungkasnya. (dri/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *