Konon Dibangun pada Abad 12 Masehi, Begini Tampak Masjid Kramat Kebagusan

oleh -79 views
TERAWAT: Ruang utama Masjid Keramat Buyut Kebagusan masih dipertahankan keasliannya. Terdapat pula ruang lain sebagai pengembangan untuk menampung jumlah jamaah yang semakin banyak. FOTO. ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
TERAWAT: Ruang utama Masjid Keramat Buyut Kebagusan masih dipertahankan keasliannya. Terdapat pula ruang lain sebagai pengembangan untuk menampung jumlah jamaah yang semakin banyak. FOTO. ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, KOTAWALI – Satu lagi, masjid tertua di Kabupaten Cirebon ada di Desa Sitiwinangun Kecamatan Jamblang.

Masjid ini dinamakan Masjid Keramat Buyut Kebagusan, karena lokasinya berada persis di samping Situs Keramat Kebagusan yang biasanya selalu ramai saat malam Jumat Kliwon.

Dari depan masjid ini terlihat biasa-biasa saja, bahkan untuk ukuran masjid, bangunannya terlalu kecil. Letaknya pun masuk ke dalam gang, persisnya di pinggir sungai sehingga agak sulit dijangkau.

Baca juga: Hasil Laboratorium, Segini Usia Kayu Masjid Kuno Bondan Indramayu

Suasa tenang langsung terasa ketika memasuki masjid yang konon dibangun pada tahun 1222 Masehi tersebut. Ada dua ruang utama di dalam masjid tersebut.

Ruangan paling depan adalah ruangan dengan dominasi ornamen kayu jati yang menurut keterangan beberapa warga setempat masih dipertahankan keasliannya.

Sementara ruang kedua merupakan ruangan baru yang dibangun warga karena ruangan utama yang berada di depan tidak mampu menampung jumlah jamaah seiiring mulai bertambahnya penduduk.

Masjid tersebut adalah masjid pertama yang ada di Desa Sitiwinangun. Dibangun oleh Pangeran Kebagusan yang pertama kali membuka pedukuhan di wilayah tersebut.

Masjid  tersebut berada di wilayah Blok Kebagusan. Tepat di samping masjid, ada petilasan dari Pangeran Kebagusan.

“Masjid ini tertua, masjid yang dibangun oleh para leluhur yang dijaga keasliannya sampai dengan sekarang. Di bagian utama masjid, masih asli semuanya termasuk kayu-kayu dan bentuk konstruksinya. Rehab hanya kecil-kecil saja tanpa mengubah bentuk aslinya,” ujar Kuwu Desa Sitiwinangun, Ratija Bratamenggala saat ditemui Radar Cirebon, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Masjid Agung Buntet Pesantren, Dulunya Padepokan Dari Pangeran ini

Dijelaskan Ratija, ada beberapa peninggalan leluhur yang sampai saat ini masih dijaga oleh warga Sitiwinangin yakni Alquran tulisan tangan yang berusia ratusan tahun dan beberapa benda lainnya.

Sementara itu, warga lainnya yang ditemui Radar Cirebon, Sunali mengatakan jika di desa tersebut ada empat masjid yang biasa digunakan oleh warga. Masjid Keramat Kebagusan sendiri merupakan salah satunya dan masih digunakan sampai sekarang.

“Di desa ini jumlah masjidnya cukup banyak, ada empat. tapi masjid ini meskipun kecil tapi jamaahnnya banyak. Karena ada daya tariknya, ini masjid kuno jadi yang datang tidak hanya dari warga sini saja,” imbuhnya. (dri/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *