HARI RAYA TANPA MUDIK

oleh -38 views
ILUSTRASI. RADAR CIREBON

Oleh: Ratnaningsih SPd*)

Tradisi mudik pada saat Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi turun temurun di Indonesia, dan tidak diketahui secara pasti kapan tradisi itu mulai ada.

Yang pasti sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia setiap Idul Fitri akan mudik ke kampung halaman. Ada satu kebanggaan dan kebahagiaan pada saat mudik bisa bersilaturahmi dengan sanak saudara yang ada di kampung halaman.

Hari raya menjadi ajang untuk berkangen-kangenan dengan sanak saudara yang lama tidak bertemu. Kesempatan untuk saling bercerita dan bertukar pengalaman dengan saudara selama mereka berkumpul.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 telah mengubah berbagai kehidupan manusia di berbagai bidang kehidupan.

Satu tahun pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia sampai saat ini juga belum juga usai. Idul Fitri tahun 2020 terpaksa dilakukan dengan sangat sederhana, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sangat ramai.

Kebijakan pemerintah pada Idul Fitri tahun 2020 melarang masyarakat untuk mudik dan merayakan hari raya Idul Fitri di rumah masing-masing.

Baca juga: URGENSI MENGENAL MUTAHIQ DAN MUZAKKI

Harapan masyarakat pada saat itu, tahun 2021 pandemi Covid-19 sudah berakhir dan bisa merayakan hari raya Idul Fitri seperti biasanya.

Kenyataan yang harus diterima pandemi Covid-19 sampai kini belum juga usai. Pemerintah sudah berusaha keras untuk mencegah dan menghentikan penularan Covid-19.

Upaya pemerintah untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan melakukan cara memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Basar), PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan menggalakkan program 3M (Memakai Masker, Mencuci, dan Menjaga Jarak) belum juga dapat menghentikan penyebaran Covid- 19.

Masyarakat jauh-jauh hari sudah berharap tahun ini ibadah puasa dan Idul Fitri sudah normal kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

Harapan tersebut sirna dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang mengatakan pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 dengan pertimbangan tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya libur Natal dan tahun baru.

Sebelum dan sesudah waktu tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap meniadakan aktivitas perjalanan atau pergerakan ke luar daerah, kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu.

Muncul pertanyaan apakah setiap libur panjang dan libur Natal bisa dipastikan menjadi penyebab meningkatnya penularan Covid-19 di Indonesia?

Akan muncul berbagai macam argumentasi dan pendapat yang muncul baik yang sepakat maupun yang tidak sependapat. Yang percaya pada peningkatan kasus Covid- 19 melihat kenyataan yang terjadi saat libur panjang ternyata ada peningkatan melonjaknya kasus Covid-19.

Yang tidak percaya dengan meningkatnya kasus Covid-19 meningkat karena libur panjang dengan melihat bahwa tidak ada libur panjang pun ada peningkatan kasus Covid-19.

Apakah tepat kebijakan pemerintah mengambil kebijakan untuk melarang mudik pada hari raya Idul Fitri tahun 2021 ini?

Harus berpikir panjang dan bijak dalam menyikapi kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Apa pun kebijakan yang diambil oleh pemerintah mempunyai tujuan yang baik untuk menghadapi dan menghentikan penyebaran Covid-19.

Tidak perlu berdebat benar atau tidak benar, karena semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah pasti sudah dikaji oleh para ahlinya dan pemikiran yang mendalam.

Sikap mendukung dan patuh pada peraturan yang diberikan oleh pemerintah adalah salah satu sikap yang arif dan bijak yang harus dilakukan oleh masyarakat.

Langkah Konkret

Saat ini pemerintah sudah mengambil langkah konkret untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dengan mengambil langkah memberikan vaksin.

Secara nasional program vaksinasi sudah berjalan secara nasional walaupun belum menyeluruh. Harapannya vaksin bisa diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Vaksinasi merupakan salah satu langkah yang tepat yang diambil oleh pemerintah agar pandemi Covid-19 segera usai.

Walaupun vaksinasi tidak menjamin bagi yang sudah divaksin tidak akan terkena penularan Covid-19, tetapi setidaknya dengan pemberian vaksin sudah memberikan kekebalan pada tubuh dari penularan Covid-19.

Baca juga: ALQURAN SEBAGAI KURIKULUM KEHIDUPAN

Kebijakan pemerintah harus didukung agar upaya pemerintah menanggulangi Covid-19 berhasil, walaupun berat untuk tidak mudik pada liburan hari raya Idul Fitri tahun 2021, dengan tetap berada di rumah.

Merayakan Idul Fitri bisa dirayakan dengan sederhana tanpa mengurangi makna hari raya itu. Dengan hati yang ikhlas pasti akan dapat menerima segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Hikmah yang mungkin bisa diambil pada ibadah puasa tahun ini bisa menjalankan dengan khusuk dan hati yang bersih. Umat Islam yang menjalankan puasa betul-betul bisa menahan hawa nafsu dari rasa lapar, dahaga dan keinginan untuk mudik di kampung halaman. (*)

*) Penulis adalah guru di Indramayu

Tulisan ini pernah diterbitkan oleh Harian Umum Radar Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *