Dalam Dua Minggu, “Emak-Emak” di Kasepuhan Berhasil Khatamkan Alquran

oleh -4 views
KHATAM ALQURAN: Ibu-Ibu di daerah Kasepuhan mengadakan kegiatan tadarusan yang dipandu oleh Dr Latifah, Ketua Muslimat NU Kota Cirebon. FOTO: JERRELL ZEFANYA T/ZETIZEN RADAR CIREBON
KHATAM ALQURAN: Ibu-Ibu di daerah Kasepuhan mengadakan kegiatan tadarusan yang dipandu oleh Dr Latifah, Ketua Muslimat NU Kota Cirebon. FOTO: JERRELL ZEFANYA T/ZETIZEN RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, KOTAWALI – Ibu-ibu di daerah Kasepuhan, Kota Cirebon menggelar tadarusan yang sudah menjadi tradisi puluhan tahun.

Kegiatan ini digelar oleh Dr Latifah, Ketua Muslimat Nahdatul Ulama Kota Cirebon sekaligus Dosen IAIN Syekh Nurjati Jurusan Pendidikan Guru MI.

Menurut Latifah, kegiatan ini sudah dilakukan oleh ibunya dan dilanjutkan oleh dirinya hingga saat ini. Namun ada yang unik, di mana dalam tadarusan ini hanya diikuti oleh ibu-ibu yang berasal dari daerah Kasepuhan, Mandalangan, dan juga Pegajahan.

Tadarusan ini juga rutin dilakukan setiap bulan Ramadan yang biasanya nderes atau membaca Alquran 2 juz setiap harinya. Tadarusan ini berlangsung dari tanggal 13 April 2021 dan selama dua minggu sudah khatam tepatnya, Rabu (28/4).

Baca juga: Menjaga Tradisi, Ponpes Jagasatru Adakan Ngaji Pasaran Selama Ramadan

“Untuk tadarusan ini sudah rutin dilakukan oleh Ibu Latifah dan diupayakan untuk membaca 2 juz Alquran setiap harinya,” ujarnya.

Latifah menambahkan, alasan untuk mengkhatamkan dalam dua minggu karena setelah ini ibu-ibu bisa memiliki kegiatan yang lain seperti membuat kue lebaran. Sehingga, ibu-ibu tidak meninggalkan rumah dan juga kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada.

“Dua minggu khatam itu karena ibu-ibu di sini memiliki kegiatan lain di rumah, seperti membuat kue,” imbuhnya.

Selama masa pendemi sendiri, kegiatan ini hanya diikuti oleh 12-15 orang. Hal tersebut karena protokol kesehatan yang sudah diatur pemerintah. Biasanya sebelum masa pandemi, dalam tasyakuran atau pada saat ibu-ibu khatam, bisa mencapai 100 orang.

“Biasanya kita sebelum pandemi bisa sampai 100 orang. Namun sekarang, cuma 12-15 orang aja,” tandasnya.

Tadarusan ini tidak diperuntukkan untuk bapak-bapak. Karena bapak-bapak sudah memiliki kegiatan yang lain di masjid. Selain itu, kegiatan untuk bapak-bapak biasanya digelar setelah Salat Tarawih. (jerrell/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *