Bulan Ramadan,“Timur Leste” Sumbang 500 kwintal Untuk Duafa dan Anak Yatim

oleh -137 views
BERAS INFAK: Andi menakar segelas beras yang diperoleh dari infak Paguyuban Gabungan Warga Tegalgubug untuk disumbangkan kepada duafa dan yatim piatu. FOTO. CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
BERAS INFAK: Andi menakar segelas beras yang diperoleh dari infak Paguyuban Gabungan Warga Tegalgubug untuk disumbangkan kepada duafa dan yatim piatu. FOTO. CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, KOTAWALI  – Paguyuban Gabungan Warga Tegalgubug (Gawat) patut diapresiasi. Berkat aktivitas yang tergolong sederhana, namun banyak mendatangkan manfaat.

Kegiatan tersebut adalah mengumpulkan segelas beras setiap minggunya. Tapi memberikan manfaat untuk pedagang nasi sekitar, duafa, dan juga anak yatim.

“Setiap minggu kita infak beras. Setiap orang memberikan satu gelas beras. Tapi, kenyataannya banyak yang lebih ngasihnya,” kata Ketua Gawat, Andi Sugianto, Rabu (5/5).

Beras itu kemudian dikumpulkan, tapi tidak ditimbun. Karena beras yang terkumpul dipinjamkan untuk dikelola oleh warung nasi. Setelah tiga bulan lamanya, barulah beras diambil kembali dari warung nasi dan dibagikan ke kaum duafa dan anak yatim.

Baca juga: Berkolaborasi Untuk Kebaikan, STKIP dan STIBA INVADA Cirebon Berbagi Dengan Anak Yatim

“Warung nasi siapa pun, bisa mengelola beras ini (pinjam, red). Asalkan saat waktunya membagikan kepada anak yatim dan duafa, beras ada dengan nilai yang sama seperti yang dipinjamkan. Jadi selain bermanfaat bagi anak yatim dan duafa, kita juga meningkatkan ekonomi pedagang nasi sekitar,” tandasnya.

Kata Andi, sumbangan beras yang diambil setiap minggu dari gabungan warga Tegalgubug, khususnya Blok Timur Leste. Setiap tiga bulan sekali, pihaknya bisa menyumbangkan sekitar 500 kwintal beras ke anak yatim dan duafa.

Dari segelas beras itu, 150 orang Gawat juga mempunyai mimpi. Yakni berangkat umrah bersama-sama di tahun 2023, mendatang. Mimpi itu, mulai dirintis dari sekarang. 150 warga Tegalgubug membuat tabungan umrah yang dikumpulkan di Penasehat Gawat, H Nurkolis.

Sembari memberikan beras segelas. Mereka juga menyerahkan uang sebesar Rp100.000 untuk nabung. Kelak bila uang terkumpul, sebanyak 150 gabungan warga Tegalgubug akan berangkat bersama-sama.

“Target kita 2023 berangkat umrah bersama-sama. Kalau, kita nabung Rp100 ribu  tanpa henti, tahun ketiga Rp200  ribu, kita berangkat 3 tahun. Kalau ada kekurangan ada dana talangan, dari pihak travel. Nanti, usai pulang umrah, mereka nabung lagi sampai lunas,” pungkasnya. (cep/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


  • Notice: Undefined offset: 0 in /home/radarcirebon.com/html/wp-includes/class-wp-query.php on line 3377

  • Notice: Undefined offset: 0 in /home/radarcirebon.com/html/wp-includes/class-wp-query.php on line 3377

  • Notice: Undefined offset: 0 in /home/radarcirebon.com/html/wp-includes/class-wp-query.php on line 3377

  • Notice: Undefined offset: 0 in /home/radarcirebon.com/html/wp-includes/class-wp-query.php on line 3377

No More Posts Available.

No more pages to load.